Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Duta Pertiwi Tbk (DUTI) vs Indonesian Tobacco Tbk. (ITIC)

Duta Pertiwi TbkTrading
Indonesian Tobacco Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Duta Pertiwi Tbk dan Indonesian Tobacco Tbk.: Duta Pertiwi Tbk diperdagangkan di Rp4.090 (kapitalisasi pasar 7,57 T, volume 24 jam 9,5 rb), sedangkan Indonesian Tobacco Tbk. diperdagangkan di Rp200 (kapitalisasi pasar 188,14 M, volume 24 jam 166,6 rb). Perbedaan utamanya: Duta Pertiwi Tbk jauh lebih besar — sekitar 40,2× kapitalisasi pasar Indonesian Tobacco Tbk., dan Indonesian Tobacco Tbk. lebih aktif diperdagangkan (166,6 rb vs 9,5 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

DUTIITIC
Kapitalisasi Pasar
7,57 T188,14 M
Volume
9,5 rb166,6 rb
Lot
951,67 rb
Perputaran
38,86 jt33,31 jt
Harga Rata-rata
4.090199,93
Nilai Transaksi
38,86 jt33,31 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
4.020200
Volume Ekuilibrium Indikatif
81

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

DUTI
Lihat detail
ITIC
Lihat detail

Tentang Duta Pertiwi Tbk

PT. Duta Pertiwi Tbk (the Company) was established based on Notarial Deed No. 237 dated December 29, 1972 of Mohamad Said Tadjoedin, S.H., a public notary in Jakarta. The Company operates and engaged in commercial mixed use development (i.e. shophouse, kiosk/small retail space, strata office space) as well as housing, shopping center, apartment, and hotel developments.

Selengkapnya di halaman DUTI

Tentang Indonesian Tobacco Tbk.

PT Indonesian Tobacco Tbk (the Company) was established in Notarial Deed No. 25 dated May 16, 1955 of Public Notary H. Chusen Bisri, S.H. under the name of N.V. Indonesian Tobacco & Industrial Company approved by the Minister of Justice of the deed of Establishment Republic of Indonesia in Decision Letter No. J.A.5/61/3 dated June 16, 1955 and was published in State Gazette of the Republic of Indonesia No. 478 dated June 22, 1956, Supplement No. 50.

Selengkapnya di halaman ITIC