Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) vs Indomobil Sukses Internasional Tbk. (IMAS)

Dian Swastatika Sentosa TbkTrading
Indomobil Sukses Internasional Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Dian Swastatika Sentosa Tbk dan Indomobil Sukses Internasional Tbk.: Dian Swastatika Sentosa Tbk diperdagangkan di Rp800 (kapitalisasi pasar 154,11 T, volume 24 jam 159,4 jt), sedangkan Indomobil Sukses Internasional Tbk. diperdagangkan di Rp835 (kapitalisasi pasar 3,28 T, volume 24 jam 63,9 rb). Perbedaan utamanya: Dian Swastatika Sentosa Tbk jauh lebih besar — sekitar 47× kapitalisasi pasar Indomobil Sukses Internasional Tbk., dan Dian Swastatika Sentosa Tbk lebih aktif diperdagangkan (159,4 jt vs 63,9 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

DSSAIMAS
Kapitalisasi Pasar
154,11 T3,28 T
Volume
159,4 jt63,9 rb
Lot
1,59 jt639
Perputaran
128,84 M53,08 jt
Harga Rata-rata
808,29830,74
Nilai Transaksi
128,84 M53,08 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
800825
Volume Ekuilibrium Indikatif
60,24 rb2

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

DSSA
Lihat detail
IMAS
Lihat detail

Tentang Dian Swastatika Sentosa Tbk

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (the company) was established on August 2, 1996 based on Notarial Deed No. 6 and was amended by Notarial Deed No. 35 dated October 8, 1996, both of Linda Herawati, S.H., a public notary in Jakarta. The Company operates under the Sinarmas group of business.

Selengkapnya di halaman DSSA

Tentang Indomobil Sukses Internasional Tbk.

PT Indomobil Sukses International Tbk (the Company) was initially established as a result of the merger between PT Indomulti Inti Industri Tbk (IMII) and PT Indomobil Investment corporation (IIC). The Company’s articles of association has been amended from time to time, most recently on June 30, 1999 in connection with the Company’s plans to offer shares with pre-emptive right. The Ministry of Justice has approved the amendment on July 5, 1999.

Selengkapnya di halaman IMAS