Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) vs Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS)

Dian Swastatika Sentosa TbkTrading
Merdeka Gold Resources Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Dian Swastatika Sentosa Tbk dan Merdeka Gold Resources Tbk.: Dian Swastatika Sentosa Tbk diperdagangkan di Rp800 (kapitalisasi pasar 154,11 T, volume 24 jam 159,4 jt), sedangkan Merdeka Gold Resources Tbk. diperdagangkan di Rp5.725 (kapitalisasi pasar 84,34 T, volume 24 jam 14,53 jt). Perbedaan utamanya: Dian Swastatika Sentosa Tbk lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan Dian Swastatika Sentosa Tbk lebih aktif diperdagangkan (159,4 jt vs 14,53 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

DSSAEMAS
Kapitalisasi Pasar
154,11 T84,34 T
Volume
159,4 jt14,53 jt
Lot
1,59 jt145,32 rb
Perputaran
128,84 M84,06 M
Harga Rata-rata
808,295.784,58
Nilai Transaksi
128,84 M84,06 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
8005.725
Volume Ekuilibrium Indikatif
60,24 rb3,32 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

DSSA
Lihat detail
EMAS
Lihat detail

Tentang Dian Swastatika Sentosa Tbk

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (the company) was established on August 2, 1996 based on Notarial Deed No. 6 and was amended by Notarial Deed No. 35 dated October 8, 1996, both of Linda Herawati, S.H., a public notary in Jakarta. The Company operates under the Sinarmas group of business.

Selengkapnya di halaman DSSA

Tentang Merdeka Gold Resources Tbk.

PT Merdeka Gold Resources Tbk (formerly PT Pani Bersama Jaya) (the Company), was established in Republic of Indonesia based on Deed of Establishment No. 87 dated 20 November 2015 made before Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., Notary in North Jakarta. The ultimate parent entity of the Company is PT Merdeka Copper Gold Tbk (MCG). Meanwhile, MCG is jointly controlled by PT Provident Capital Indonesia and PT Saratoga Investama Sedaya Tbk, which are respectively controlled by Winato Kartono and Edwin Soeryadjaya.

Selengkapnya di halaman EMAS