Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) vs Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC)

Dharma Satya Nusantara Tbk.Trading
Indonesia Kendaraan Terminal TbkTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Dharma Satya Nusantara Tbk. dan Indonesia Kendaraan Terminal Tbk: Dharma Satya Nusantara Tbk. diperdagangkan di Rp1.210 (kapitalisasi pasar 12,83 T, volume 24 jam 1,86 jt), sedangkan Indonesia Kendaraan Terminal Tbk diperdagangkan di Rp1.245 (kapitalisasi pasar 2,22 T, volume 24 jam 909,7 rb). Perbedaan utamanya: Dharma Satya Nusantara Tbk. jauh lebih besar — sekitar 5,8× kapitalisasi pasar Indonesia Kendaraan Terminal Tbk, dan Dharma Satya Nusantara Tbk. lebih aktif diperdagangkan (1,86 jt vs 909,7 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

DSNGIPCC
Kapitalisasi Pasar
12,83 T2,22 T
Volume
1,86 jt909,7 rb
Lot
18,62 rb9,1 rb
Perputaran
2,24 M1,12 M
Harga Rata-rata
1.202,741.232,55
Nilai Transaksi
2,24 M1,12 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
1.2101.245
Volume Ekuilibrium Indikatif
37386

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

DSNG
Lihat detail
IPCC
Lihat detail

Tentang Dharma Satya Nusantara Tbk.

PT Dharma Satya Nusantara Tbk (the Company) was establised by deed of James Herman Rahardjo, S.H., acting Notary in Jakarta, dated September 29, 1980 No. 279, amended by deed of notary public Kartini Muljadi, SH dated 3 September 1981 No. 24.

Selengkapnya di halaman DSNG

Tentang Indonesia Kendaraan Terminal Tbk

PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (“the Company”) was established based on November 05, 2012 by deed No. 10 of Yulianti Irawati SH., substitute of Nur Muhammad Dipo Nusantara Pua Upa, S.H., M.Kn., Notary in Jakarta. Prior to becoming a separate business entity, PT Indonesia Vehicle Terminal was only a strategic business unit called Tanjung Priok Car Terminal (TPT) under its Head Office and operated since June 2007.

Selengkapnya di halaman IPCC