Perbedaan Drift dan Turtle: Drift diperdagangkan di Rp204 (kapitalisasi pasar Rp124,82M, volume 24 jam Rp40,16M), sedangkan Turtle diperdagangkan di Rp778,85 (kapitalisasi pasar Rp119,57M, volume 24 jam Rp15,91M). Perbedaan utamanya: Drift dan Turtle berukuran mirip dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai Turtle dibatasi (154,7M / 1B TURTLE (16%)), sedangkan Drift terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Drift selama 13 Hari dan Turtle selama 12 Hari.
| DRIFT | TURTLE | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp124,82M | Rp119,57M |
Volume (24h) | Rp40,16M | Rp15,91M |
Suplai yang Beredar | 611,5M DRIFT | 154,7M / 1B TURTLE (16%) |
Typical Hold Time | 13 Hari | 12 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Drift adalah decentralized exchange (DEX) sepenuhnya on-chain untuk trading perpetual dan spot, dibangun di atas blockchain Solana. Platform ini memberikan kesempatan bagi para trader untuk memperdagangkan pasar pra-peluncuran maupun token yang sudah diluncurkan, dengan leverage hingga 10x. Selain stablecoin, para trader juga dapat menggunakan berbagai aset sebagai jaminan, meningkatkan efisiensi modal.
Selengkapnya di halaman DRIFT →Turtle menyelaraskan insentif antara protokol dan penyedia likuiditas untuk menghadirkan peluang yield unik. Sistem non-kustodial ini terintegrasi dengan API dan smart contract teraudit untuk melacak aliran likuiditas serta menyalurkan reward secara transparan. Turtle juga menyediakan layanan konsultasi bagi protokol yang membutuhkan insentif likuiditas yang efisien.
Selengkapnya di halaman TURTLE →