Perbedaan Drift dan TAC Protocol: Drift diperdagangkan di Rp252,87 (kapitalisasi pasar Rp153,85M, volume 24 jam Rp56,55M), sedangkan TAC Protocol diperdagangkan di Rp50,29 (kapitalisasi pasar Rp235,24M, volume 24 jam Rp81,58M). Perbedaan utamanya: TAC Protocol lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Drift 611,5M DRIFT dibanding 4,7B TAC milik TAC Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Drift selama 11 Hari dan TAC Protocol selama 4 Hari.
| DRIFT | TAC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp153,85M | Rp235,24M |
Volume (24h) | Rp56,55M | Rp81,58M |
Suplai yang Beredar | 611,5M DRIFT | 4,7B TAC |
Typical Hold Time | 11 Hari | 4 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Drift adalah decentralized exchange (DEX) sepenuhnya on-chain untuk trading perpetual dan spot, dibangun di atas blockchain Solana. Platform ini memberikan kesempatan bagi para trader untuk memperdagangkan pasar pra-peluncuran maupun token yang sudah diluncurkan, dengan leverage hingga 10x. Selain stablecoin, para trader juga dapat menggunakan berbagai aset sebagai jaminan, meningkatkan efisiensi modal.
Selengkapnya di halaman DRIFT →TAC adalah blockchain EVM-compatible pertama yang dibangun khusus untuk ekosistem TON dan Telegram. TAC menghadirkan fungsionalitas DeFi lengkap sejak awal dengan infrastruktur EVM, aplikasi DeFi unggulan yang sudah tersedia, serta likuiditas dari Ethereum dan BTC.
Selengkapnya di halaman TAC →