Perbedaan Drift dan StakeStone: Drift diperdagangkan di Rp251,26 (kapitalisasi pasar Rp153,4M, volume 24 jam Rp54,74M), sedangkan StakeStone diperdagangkan di Rp779,52 (kapitalisasi pasar Rp176M, volume 24 jam Rp78,56M). Perbedaan utamanya: Drift dan StakeStone berukuran mirip dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai StakeStone dibatasi (225,3M / 1B STO (23%)), sedangkan Drift terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Drift selama 11 Hari dan StakeStone selama 10 Hari.
| DRIFT | STO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp153,4M | Rp176M |
Volume (24h) | Rp54,74M | Rp78,56M |
Suplai yang Beredar | 611,5M DRIFT | 225,3M / 1B STO (23%) |
Typical Hold Time | 11 Hari | 10 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Drift adalah decentralized exchange (DEX) sepenuhnya on-chain untuk trading perpetual dan spot, dibangun di atas blockchain Solana. Platform ini memberikan kesempatan bagi para trader untuk memperdagangkan pasar pra-peluncuran maupun token yang sudah diluncurkan, dengan leverage hingga 10x. Selain stablecoin, para trader juga dapat menggunakan berbagai aset sebagai jaminan, meningkatkan efisiensi modal.
Selengkapnya di halaman DRIFT →StakeStone adalah protokol infrastruktur likuiditas terdesentralisasi yang dirancang untuk mengoptimalkan imbal hasil dan distribusi likuiditas di berbagai jaringan blockchain. Melalui solusi seperti LiquidityPad dan aset ETH/BTC yang menghasilkan imbal hasil, StakeStone memberdayakan penyedia likuiditas dengan peluang penghasilan yang efisien sekaligus memenuhi kebutuhan likuiditas khusus dari berbagai ekosistem dan protokol.
Selengkapnya di halaman STO →