Perbedaan Drift dan STBL: Drift diperdagangkan di Rp252,51 (kapitalisasi pasar Rp153,85M, volume 24 jam Rp56,55M), sedangkan STBL diperdagangkan di Rp416,92 (kapitalisasi pasar Rp291,37M, volume 24 jam Rp41,17M). Perbedaan utamanya: STBL lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai STBL dibatasi (700M / 10B STBL (8%)), sedangkan Drift terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Drift selama 11 Hari dan STBL selama 7 Hari.
| DRIFT | STBL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp153,85M | Rp291,37M |
Volume (24h) | Rp56,55M | Rp41,17M |
Suplai yang Beredar | 611,5M DRIFT | 700M / 10B STBL (8%) |
Typical Hold Time | 11 Hari | 7 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Drift adalah decentralized exchange (DEX) sepenuhnya on-chain untuk trading perpetual dan spot, dibangun di atas blockchain Solana. Platform ini memberikan kesempatan bagi para trader untuk memperdagangkan pasar pra-peluncuran maupun token yang sudah diluncurkan, dengan leverage hingga 10x. Selain stablecoin, para trader juga dapat menggunakan berbagai aset sebagai jaminan, meningkatkan efisiensi modal.
Selengkapnya di halaman DRIFT →STBL adalah protokol stablecoin terdesentralisasi yang memisahkan jaminan aset dunia nyata menjadi stablecoin yang dapat digunakan (USST) dan NFT penghasil imbal hasil (YLD), dengan tata kelola melalui token STBL. Arsitektur tiga tokennya membedakan fungsi likuiditas, imbal hasil, dan governance. Didukung oleh Treasury dan dana pasar uang yang ditokenisasi, protokol ini menekankan transparansi serta tata kelola berbasis komunitas.
Selengkapnya di halaman STBL →