Perbedaan Drift dan Newton Protocol: Drift diperdagangkan di Rp250,16 (kapitalisasi pasar Rp153,42M, volume 24 jam Rp55,21M), sedangkan Newton Protocol diperdagangkan di Rp839,15 (kapitalisasi pasar Rp245,16M, volume 24 jam Rp107,09M). Perbedaan utamanya: Newton Protocol lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai Newton Protocol dibatasi (293,6M / 1B NEWT (30%)), sedangkan Drift terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Drift selama 11 Hari dan Newton Protocol selama 24 Hari.
| DRIFT | NEWT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp153,42M | Rp245,16M |
Volume (24h) | Rp55,21M | Rp107,09M |
Suplai yang Beredar | 611,5M DRIFT | 293,6M / 1B NEWT (30%) |
Typical Hold Time | 11 Hari | 24 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Drift adalah decentralized exchange (DEX) sepenuhnya on-chain untuk trading perpetual dan spot, dibangun di atas blockchain Solana. Platform ini memberikan kesempatan bagi para trader untuk memperdagangkan pasar pra-peluncuran maupun token yang sudah diluncurkan, dengan leverage hingga 10x. Selain stablecoin, para trader juga dapat menggunakan berbagai aset sebagai jaminan, meningkatkan efisiensi modal.
Selengkapnya di halaman DRIFT →Newton Protocol berfungsi sebagai lapisan otomatisasi yang dapat diverifikasi untuk keuangan on-chain, memungkinkan pengguna mendelegasikan tindakan kompleks lintas-chain kepada agen AI sambil memastikan setiap langkah mematuhi panduan yang ditetapkan pengguna melalui jaminan cryptography. Protokol ini menggabungkan smart accounts, seperti ERC-4337 dan EIP-7702, untuk delegasi yang terperinci, bersama dengan Trusted Execution Environment (TEE) attestations dan zero-knowledge proofs (ZKP) untuk memverifikasi keakuratan setiap keputusan off-chain. Tujuannya adalah mengubah otomatisasi menjadi kerangka kerja minim-kepercayaan, sehingga memfasilitasi agentic finance di berbagai blockchain.
Selengkapnya di halaman NEWT →