Perbedaan Drift dan Lombard Staked BTC: Drift diperdagangkan di Rp250,12 (kapitalisasi pasar Rp153,42M, volume 24 jam Rp55,21M), sedangkan Lombard Staked BTC diperdagangkan di Rp1.130.199.468 (kapitalisasi pasar Rp13,39T, volume 24 jam Rp7,22M). Perbedaan utamanya: Lombard Staked BTC jauh lebih besar — sekitar 87,3× kapitalisasi pasar Drift, dan suplai beredar Drift 611,5M DRIFT dibanding 11,8K LBTC milik Lombard Staked BTC. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Drift selama 11 Hari dan Lombard Staked BTC selama 9 Hari.
| DRIFT | LBTC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp153,42M | Rp13,39T |
Volume (24h) | Rp55,21M | Rp7,22M |
Suplai yang Beredar | 611,5M DRIFT | 11,8K LBTC |
Typical Hold Time | 11 Hari | 9 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Drift adalah decentralized exchange (DEX) sepenuhnya on-chain untuk trading perpetual dan spot, dibangun di atas blockchain Solana. Platform ini memberikan kesempatan bagi para trader untuk memperdagangkan pasar pra-peluncuran maupun token yang sudah diluncurkan, dengan leverage hingga 10x. Selain stablecoin, para trader juga dapat menggunakan berbagai aset sebagai jaminan, meningkatkan efisiensi modal.
Selengkapnya di halaman DRIFT →LBTC adalah aset Bitcoin likuid dari Lombard yang menghubungkan Bitcoin dengan ekosistem DeFi. Didukung 1:1 oleh BTC, LBTC memungkinkan pemegangnya memperoleh yield dari staking Babylon sekaligus menggunakan Bitcoin untuk aktivitas DeFi seperti trading, lending, borrowing, dan yield farming melalui desain yang secara native bersifat lintas chain.
Selengkapnya di halaman LBTC →