Perbedaan Drift dan GT Protocol: Drift diperdagangkan di Rp251,02 (kapitalisasi pasar Rp153,42M, volume 24 jam Rp55,21M), sedangkan GT Protocol diperdagangkan di Rp143,25 (kapitalisasi pasar Rp9,97M, volume 24 jam Rp3,76M). Perbedaan utamanya: Drift jauh lebih besar — sekitar 15,4× kapitalisasi pasar GT Protocol, dan suplai GT Protocol dibatasi (68,8M / 75M GTAI (92%)), sedangkan Drift terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Drift selama 11 Hari dan GT Protocol selama 16 Hari.
| DRIFT | GTAI | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp153,42M | Rp9,97M |
Volume (24h) | Rp55,21M | Rp3,76M |
Suplai yang Beredar | 611,5M DRIFT | 68,8M / 75M GTAI (92%) |
Typical Hold Time | 11 Hari | 16 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Drift adalah decentralized exchange (DEX) sepenuhnya on-chain untuk trading perpetual dan spot, dibangun di atas blockchain Solana. Platform ini memberikan kesempatan bagi para trader untuk memperdagangkan pasar pra-peluncuran maupun token yang sudah diluncurkan, dengan leverage hingga 10x. Selain stablecoin, para trader juga dapat menggunakan berbagai aset sebagai jaminan, meningkatkan efisiensi modal.
Selengkapnya di halaman DRIFT →Protokol GT menghadirkan ekosistem kuat yang menggabungkan protokol investasi untuk manajemen dana Web3 terdesentralisasi dengan Teknologi Eksekusi AI Blockchain, semuanya dapat diakses melalui GT API SDK. Ekosistem ini mencakup GT APP, platform investasi Web3 yang telah menarik pengguna terdaftar. GT Protocol juga telah mencapai tonggak penting, seperti menjadi broker resmi untuk Binance dan menjalin kemitraan dengan blockchain TRON.
Selengkapnya di halaman GTAI →