Perbedaan Polkadot dan Swell Network: Polkadot diperdagangkan di Rp13.827 (kapitalisasi pasar Rp23,43T, volume 24 jam Rp784,06M), sedangkan Swell Network diperdagangkan di Rp11,27 (kapitalisasi pasar Rp58,79M, volume 24 jam Rp24,16M). Perbedaan utamanya: Polkadot jauh lebih besar — sekitar 398,5× kapitalisasi pasar Swell Network, dan suplai beredar Polkadot 1,7B / 2,1B DOT (81%) dibanding 5,2B / 10B SWELL (52%) milik Swell Network. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Polkadot selama 118 Hari dan Swell Network selama 22 Hari.
| DOT | SWELL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp23,43T | Rp58,79M |
Volume (24h) | Rp784,06M | Rp24,16M |
Suplai yang Beredar | 1,7B / 2,1B DOT (81%) | 5,2B / 10B SWELL (52%) |
Typical Hold Time | 118 Hari | 22 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
Polkadot (DOT) saat ini diperdagangkan pada Rp13.845 dengan sinyal teknis bearish didominasi oleh moving averages. Token berada dalam fase konsolidasi dengan support kuat di Rp13.007 dan resistance di Rp14.147. Sirkulasi token mencapai 81% dari total supply 2,1 juta DOT dengan rata-rata hold time 118 hari, menunjukkan komitmen jangka panjang holder.
Outlook: Teknis bearish namun fundamental jaringan tetap solid dengan ekosistem yang berkembang. Peluang: RSI oversold berpotensi rebound, adoption parachain meningkat. Risiko: Volatilitas tinggi, tekanan jual berkelanjutan, dan ketidakpastian regulasi crypto global perlu diwaspadai.
Swell Network saat ini diperdagangkan pada Rp11.565 dengan kapitalisasi pasar Rp59,63 juta, menunjukkan posisi bearish jangka pendek berdasarkan sinyal teknis. Token ini memiliki supply yang terkontrol dengan 52% dari total supply 10 juta SWELL sudah beredar. Indikator teknis menunjukkan tekanan jual yang dominan dengan moving averages bearish, sementara osilator dalam zona netral. Tidak ada update protokol atau perkembangan ekosistem signifikan yang tercatat.
Outlook keseluruhan cenderung hati-hati dengan risiko volatilitas tinggi. Peluang utama terletak pada potensi rebound dari level support Rp10-11, sementara risiko utama adalah tekanan jual berkelanjutan dan likuiditas terbatas. Investor perlu memantau volume trading dan aktivitas on-chain untuk konfirmasi perubahan tren.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Berita terbaru kedua aset
Dikembangkan oleh Gavin Wood (salah satu pendiri Ethereum) bersama dengan Peter Czaban dan Robert Habermeier pada 2016. Aset kripto ini akhirnya diluncurkan pada 2020 dengan tujuan mengajak jaringan komputer global untuk menggunakan teknologi blockchain sehingga penggunanya dapat meluncurkan teknologi blockchain mereka sendiri.
Selengkapnya di halaman DOT →Swell Network adalah protokol liquid staking terdesentralisasi dan non-kustodian untuk Ethereum. Protokol ini mempermudah akses ke peluang DeFi sambil menjaga prinsip desentralisasi dan kebebasan dari sensor.
Selengkapnya di halaman SWELL →