Perbedaan Polkadot dan Subsquid: Polkadot diperdagangkan di Rp15.074 (kapitalisasi pasar Rp25,31T, volume 24 jam Rp1,33T), sedangkan Subsquid diperdagangkan di Rp543,2 (kapitalisasi pasar Rp547,26M, volume 24 jam Rp69,99M). Perbedaan utamanya: Polkadot jauh lebih besar — sekitar 46,2× kapitalisasi pasar Subsquid, dan suplai beredar Polkadot 1,7B / 2,1B DOT (81%) dibanding 1B / 1,3B SQD (76%) milik Subsquid. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Polkadot selama 116 Hari dan Subsquid selama 8 Hari.
| DOT | SQD | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp25,31T | Rp547,26M |
Volume (24h) | Rp1,33T | Rp69,99M |
Suplai yang Beredar | 1,7B / 2,1B DOT (81%) | 1B / 1,3B SQD (76%) |
Typical Hold Time | 116 Hari | 8 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
Polkadot (DOT) saat ini diperdagangkan pada Rp15.019 dengan sinyal teknis bearish didominasi oleh moving averages yang menunjukkan tekanan jual kuat. Token berada di zona support kritis antara S1 (Rp15.057) dan S2 (Rp14.900) dengan market cap Rp25,31T. RSI menunjukkan kondisi netral sementara ADX memberikan sinyal campuran. Tidak ada update protokol besar yang dilaporkan dalam periode terakhir.
Outlook keseluruhan bearish dalam jangka pendek dengan risiko breakdown di bawah support. Peluang muncul jika token bertahan di atas Rp14.900, namun volatilitas tinggi dan tekanan jual dari moving averages menjadi perhatian utama. Investor harus memantau ketat level support kritis dan volume perdagangan untuk konfirmasi arah selanjutnya.
Belum ada sinyal Aura AI.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Dikembangkan oleh Gavin Wood (salah satu pendiri Ethereum) bersama dengan Peter Czaban dan Robert Habermeier pada 2016. Aset kripto ini akhirnya diluncurkan pada 2020 dengan tujuan mengajak jaringan komputer global untuk menggunakan teknologi blockchain sehingga penggunanya dapat meluncurkan teknologi blockchain mereka sendiri.
Selengkapnya di halaman DOT →Subsquid Network adalah danau data serta mesin kueri terdesentralisasi yang memberikan akses cepat dan tanpa izin bagi developer untuk memanfaatkan data blockchain. Dengan arsitektur modular dan keamanan berbasis ZK proofs, Subsquid menghadirkan skalabilitas tinggi untuk kebutuhan indexing blockchain, pengembangan dApp, dan analitik. Berbeda dengan framework monolitik yang kaku dan sulit beradaptasi, Subsquid menawarkan alternatif efisien dan terdesentralisasi dibandingkan infrastruktur terpusat seperti penyedia RPC dan API besar—mendorong terciptanya internet yang lebih terbuka, netral, dan ramah developer di era Web3.
Selengkapnya di halaman SQD →