Perbedaan Polkadot dan Gram: Polkadot diperdagangkan di Rp13.833 (kapitalisasi pasar Rp23,48T, volume 24 jam Rp816,62M), sedangkan Gram diperdagangkan di Rp23.916 (kapitalisasi pasar Rp66,01T, volume 24 jam Rp698,87M). Perbedaan utamanya: Gram jauh lebih besar — sekitar 2,8× kapitalisasi pasar Polkadot, dan suplai Polkadot dibatasi (1,7B / 2,1B DOT (81%)), sedangkan Gram terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Polkadot selama 118 Hari dan Gram selama 6 Hari.
| DOT | GRAM | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp23,48T | Rp66,01T |
Volume (24h) | Rp816,62M | Rp698,87M |
Suplai yang Beredar | 1,7B / 2,1B DOT (81%) | 2,8B GRAM |
Typical Hold Time | 118 Hari | 6 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
Polkadot (DOT) saat ini diperdagangkan di zona bearish dengan harga Rp13.833, turun dari level resistance utama. Sinyal teknis menunjukkan tekanan jual yang kuat dari rata-rata bergerak, meskipun osilator netral. Supply yang beredar mencapai 81% dari total, menunjukkan tokenomics yang matang. Tidak ada update protokol besar-besaran yang dilaporkan dalam beberapa pekan terakhir, namun ekosistem parachain terus berkembang.
Outlook jangka pendek tetap hati-hati dengan risiko volatilitas tinggi. Peluang muncul di level support Rp13.007 jika terjadi rebound, namun investor perlu waspada terhadap tekanan jual berkelanjutan dan kondisi pasar kripto yang masih rentan terhadap sentimen makroekonomi.
GRAM saat ini diperdagangkan di Rp24.110 dengan sinyal teknis bearish yang kuat (11 sinyal jual vs 1 beli), meskipun RSI menunjukkan kondisi oversold. Token ini mengalami tekanan jual signifikan dengan market cap Rp66,67 triliun. Kabar positif datang dari pengumuman integrasi wallet non-custodial Telegram untuk 1 miliar pengguna yang mendorong kenaikan 7% pada 22 Juli 2026.
Outlook tetap hati-hati dengan momentum bearish dominan. Peluang utama terletak pada adopsi massal melalui Telegram, namun risiko volatilitas tinggi dan tekanan jual teknis perlu diwaspadai. Support kunci di Rp22.820 menjadi level penting untuk dipantau.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Dikembangkan oleh Gavin Wood (salah satu pendiri Ethereum) bersama dengan Peter Czaban dan Robert Habermeier pada 2016. Aset kripto ini akhirnya diluncurkan pada 2020 dengan tujuan mengajak jaringan komputer global untuk menggunakan teknologi blockchain sehingga penggunanya dapat meluncurkan teknologi blockchain mereka sendiri.
Selengkapnya di halaman DOT →GRAM (sebelumnya dikenal sebagai Toncoin) adalah token native dari The Open Network, blockchain Layer 1 yang digunakan untuk biaya transaksi, staking, tata kelola, dan mendukung aplikasi berbasis TON. Jaringan ini awalnya dikembangkan sebagai Telegram Open Network sebelum diluncurkan kembali sebagai The Open Network di bawah TON Foundation.
Selengkapnya di halaman GRAM →