Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Era Media Sejahtera Tbk. (DOOH) vs Wilton Makmur Indonesia Tbk. (SQMI)

Era Media Sejahtera Tbk.Trading
Wilton Makmur Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Era Media Sejahtera Tbk. dan Wilton Makmur Indonesia Tbk.: Era Media Sejahtera Tbk. diperdagangkan di Rp122 (kapitalisasi pasar 959,62 M, volume 24 jam 29,09 jt), sedangkan Wilton Makmur Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp57 (kapitalisasi pasar 947,79 M, volume 24 jam 13,56 jt). Perbedaan utamanya: Era Media Sejahtera Tbk. dan Wilton Makmur Indonesia Tbk. berukuran mirip dari sisi kapitalisasi pasar, dan Era Media Sejahtera Tbk. lebih aktif diperdagangkan (29,09 jt vs 13,56 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

DOOHSQMI
Kapitalisasi Pasar
959,62 M947,79 M
Volume
29,09 jt13,56 jt
Lot
290,9 rb135,59 rb
Perputaran
3,63 M797,5 jt
Harga Rata-rata
124,8258,82
Nilai Transaksi
3,63 M797,5 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
12257
Volume Ekuilibrium Indikatif
2,51 rb9,67 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

DOOH
Lihat detail
SQMI
Lihat detail

Tentang Era Media Sejahtera Tbk.

PT Era Media Sejahtera Tbk (the Company) was established based on Notarial Deed No. 18 dated January 14, 2021 of Janty Lega, S.H., M.Kn., a notary in South Jakarta. The Company started its commercial operations on January 2021. The immediate and ultimate parent entity and thecontrolling interest of the Company is PT Prambanan Investasi Sukses.

Selengkapnya di halaman DOOH

Tentang Wilton Makmur Indonesia Tbk.

PT Renuka Coalindo Tbk (The Company) was initially established under the name PT Sanex Qianjiang Motor International. Sanex Qianjiang Motor International Tbk (the company) was established on 21 March 2000 based on Notaries Deed dated No. 180 and the deed of establishment was approved by the the Ministry of Justice dated July 24, 2000. The Company started the business activities with import Completely Built Up motorcycle from Chinese. The company considered public response and the potential market for motorcycle product in Indonesia then improved activity to establish motorcycle fabrication and distribution.

Selengkapnya di halaman SQMI