Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Era Media Sejahtera Tbk. (DOOH) vs Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA)

Era Media Sejahtera Tbk.Trading
Jaya Agra Wattie TbkTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Era Media Sejahtera Tbk. dan Jaya Agra Wattie Tbk: Era Media Sejahtera Tbk. diperdagangkan di Rp268 (kapitalisasi pasar 2,2 T, volume 24 jam 94,98 jt), sedangkan Jaya Agra Wattie Tbk diperdagangkan di Rp131 (kapitalisasi pasar 2,11 T, volume 24 jam 662,4 rb). Perbedaan utamanya: Era Media Sejahtera Tbk. dan Jaya Agra Wattie Tbk berukuran mirip dari sisi kapitalisasi pasar, dan Era Media Sejahtera Tbk. lebih aktif diperdagangkan (94,98 jt vs 662,4 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

DOOHJAWA
Kapitalisasi Pasar
2,2 T2,11 T
Volume
94,98 jt662,4 rb
Lot
949,77 rb6,62 rb
Perputaran
26,05 M86,17 jt
Harga Rata-rata
274,26130,09
Nilai Transaksi
26,05 M86,17 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
268131
Volume Ekuilibrium Indikatif
11,65 rb9

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

DOOH
Lihat detail
JAWA
Lihat detail

Tentang Era Media Sejahtera Tbk.

PT Era Media Sejahtera Tbk (the Company) was established based on Notarial Deed No. 18 dated January 14, 2021 of Janty Lega, S.H., M.Kn., a notary in South Jakarta. The Company started its commercial operations on January 2021. The immediate and ultimate parent entity and thecontrolling interest of the Company is PT Prambanan Investasi Sukses.

Selengkapnya di halaman DOOH

Tentang Jaya Agra Wattie Tbk

PT Jaya Agra Wattie was founded with the name Handel Maatschappij J.A. Wattie and Company Limited. PT Jaya Agra Wattie (Persero) is one of private agribusiness corporations engaging in plantation, processing and agricultural logistics and marketing activities. Having 90 years of experience in the agriculture sector, the company continually strengthens its business base through a diversification approach by cultivating various premium plantations of primary raw commodities such as rubber, crude palm oil (CPO), coffee and tea.

Selengkapnya di halaman JAWA