Perbedaan Dolomite dan Qtum: Dolomite diperdagangkan di Rp395,43 (kapitalisasi pasar Rp174,22M, volume 24 jam Rp47,89M), sedangkan Qtum diperdagangkan di Rp12.210 (kapitalisasi pasar Rp1,29T, volume 24 jam Rp96,88M). Perbedaan utamanya: Qtum jauh lebih besar — sekitar 7,4× kapitalisasi pasar Dolomite, dan suplai beredar Dolomite 441,6M / 1B DOLO (45%) dibanding 106,1M / 107,8M QTUM (99%) milik Qtum. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Dolomite selama 12 Hari dan Qtum selama 68 Hari.
| DOLO | QTUM | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp174,22M | Rp1,29T |
Volume (24h) | Rp47,89M | Rp96,88M |
Suplai yang Beredar | 441,6M / 1B DOLO (45%) | 106,1M / 107,8M QTUM (99%) |
Typical Hold Time | 12 Hari | 68 Hari |
Dolomite adalah protokol pasar uang dan perdagangan terdesentralisasi yang menawarkan solusi efisien untuk pinjam-meminjam dan trading. Berbeda dari platform DeFi tradisional, Dolomite memungkinkan pengguna mempertahankan fungsi aset mereka sambil menggunakannya sebagai jaminan melalui sistem Dynamic Collateral, sehingga bisa staking, voting, dan mendapatkan reward sekaligus meminjam.
Selengkapnya di halaman DOLO →QTUM (diucapkan "kuantum") adalah platform blockchain open-source dengan proof-of-stake (PoS) smart contract dan protokol transfer nilai. QTUM bertujuan untuk menyatukan kekuatan Bitcoin dan Ethereum dalam satu chain. Qtum dibangun di atas model transaksi UTXO Bitcoin, dengan fungsionalitas tambahan dari eksekusi smart contract dan DApps. Baru-baru ini, QTUM menambahkan dukungan untuk aplikasi DeFi. Per Maret 2021, ada lebih dari 20 token yang telah dibuat di blockchain Qtum.
Selengkapnya di halaman QTUM →