Perbedaan Dolomite dan Solayer: Dolomite diperdagangkan di Rp403,1 (kapitalisasi pasar Rp178,2M, volume 24 jam Rp51,54M), sedangkan Solayer diperdagangkan di Rp1.056 (kapitalisasi pasar Rp504,64M, volume 24 jam Rp197,67M). Perbedaan utamanya: Solayer jauh lebih besar — sekitar 2,8× kapitalisasi pasar Dolomite, dan suplai Dolomite dibatasi (441,6M / 1B DOLO (45%)), sedangkan Solayer terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Dolomite selama 13 Hari dan Solayer selama 35 Hari.
| DOLO | LAYER | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp178,2M | Rp504,64M |
Volume (24h) | Rp51,54M | Rp197,67M |
Suplai yang Beredar | 441,6M / 1B DOLO (45%) | 475,5M LAYER |
Typical Hold Time | 13 Hari | 35 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Dolomite adalah protokol pasar uang dan perdagangan terdesentralisasi yang menawarkan solusi efisien untuk pinjam-meminjam dan trading. Berbeda dari platform DeFi tradisional, Dolomite memungkinkan pengguna mempertahankan fungsi aset mereka sambil menggunakannya sebagai jaminan melalui sistem Dynamic Collateral, sehingga bisa staking, voting, dan mendapatkan reward sekaligus meminjam.
Selengkapnya di halaman DOLO →Solayer adalah blockchain pertama yang menggunakan chip perangkat keras khusus untuk mencapai lebih dari 1 juta transaksi per detik dan kecepatan jaringan ultra-cepat. Arsitektur InfiniSVM menggunakan teknologi canggih seperti SDN, RDMA, dan InfiniBand untuk meningkatkan kinerja dan mengurangi latensi. Ini memungkinkan aplikasi blockchain hampir instan dengan skala besar.
Selengkapnya di halaman LAYER →