Perbedaan Dolomite dan Hashflow: Dolomite diperdagangkan di Rp394,86 (kapitalisasi pasar Rp174,22M, volume 24 jam Rp47,89M), sedangkan Hashflow diperdagangkan di Rp155,55 (kapitalisasi pasar Rp131,9M, volume 24 jam Rp47,5M). Perbedaan utamanya: Dolomite lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai Dolomite dibatasi (441,6M / 1B DOLO (45%)), sedangkan Hashflow terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Dolomite selama 12 Hari dan Hashflow selama 35 Hari.
| DOLO | HFT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp174,22M | Rp131,9M |
Volume (24h) | Rp47,89M | Rp47,5M |
Suplai yang Beredar | 441,6M / 1B DOLO (45%) | 849M HFT |
Typical Hold Time | 12 Hari | 35 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Dolomite adalah protokol pasar uang dan perdagangan terdesentralisasi yang menawarkan solusi efisien untuk pinjam-meminjam dan trading. Berbeda dari platform DeFi tradisional, Dolomite memungkinkan pengguna mempertahankan fungsi aset mereka sambil menggunakannya sebagai jaminan melalui sistem Dynamic Collateral, sehingga bisa staking, voting, dan mendapatkan reward sekaligus meminjam.
Selengkapnya di halaman DOLO →Hashflow adalah decentralized exchange (DEX) multichain yang memungkinkan pengguna untuk trading aset digital di blockchain terkemuka termasuk Ethereum, Arbitrum, Avalanche, BNB Chain, Optimism, dan Polygon hanya dalam hitungan detik. Hashflow memanfaatkan model request for quote (RFQ) untuk memberikan jaminan penawaran harga langsung dari professional market maker (PMM) kepada para trader. Sejak diluncurkan pada April 2021, Hashflow telah memfasilitasi total volume trading lebih dari $18 miliar, menjadikannya 10 DEX teratas.
Selengkapnya di halaman HFT →