Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Delta Dunia Makmur Tbk. (DOID) vs Enseval Putera Megatrading Tbk. (EPMT)

Delta Dunia Makmur Tbk.Trading
Enseval Putera Megatrading Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Delta Dunia Makmur Tbk. dan Enseval Putera Megatrading Tbk.: Delta Dunia Makmur Tbk. diperdagangkan di Rp210 (kapitalisasi pasar 1,56 T, volume 24 jam 3,22 jt), sedangkan Enseval Putera Megatrading Tbk. diperdagangkan di Rp2.330 (kapitalisasi pasar 6,23 T, volume 24 jam 3,1 rb). Perbedaan utamanya: Enseval Putera Megatrading Tbk. jauh lebih besar — sekitar 4× kapitalisasi pasar Delta Dunia Makmur Tbk., dan Delta Dunia Makmur Tbk. lebih aktif diperdagangkan (3,22 jt vs 3,1 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

DOIDEPMT
Kapitalisasi Pasar
1,56 T6,23 T
Volume
3,22 jt3,1 rb
Lot
32,16 rb31
Perputaran
673,64 jt7,21 jt
Harga Rata-rata
209,462.325,48
Nilai Transaksi
673,64 jt7,21 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
210
Volume Ekuilibrium Indikatif
597

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

DOID
Lihat detail
EPMT
Lihat detail

Tentang Delta Dunia Makmur Tbk.

PT Delta Dunia Makmur Tbk formerly PT. Daeyu Orchid Indonesia, Tbk (the Company) was established on November 26, 1990 under the name PT. Daeyu Poleko Indonesia as a foreign investment and changed the investment status to be local investment on May 14, 1998.

Selengkapnya di halaman DOID

Tentang Enseval Putera Megatrading Tbk.

PT. Enseval Putera Megatrading Tbk, formerly PT Arya Gupta Cempaka, was established based on deed No. 64 dated October 26, 1998 of Mrs. Rukmasanti Hardjasatya,SH, notary public in Jakarta. The company’s articles of association have been amended several times, most recently by deed No. 200 dated June 30, 1997 of Mrs. Poerbaningsih Adi Warsito, SH, notary public in Jakarta, concerning the changes of the company’s articles of association to comply with Corporate Law no. 1 year 1995, the increase in the company’s authorized capital and the change in par value per share from Rp 1,000 to Rp 500.

Selengkapnya di halaman EPMT