Perbedaan DODO dan Ordinals: DODO diperdagangkan di Rp417,69 (kapitalisasi pasar Rp402,06M, volume 24 jam Rp998,21M), sedangkan Ordinals diperdagangkan di Rp63.761 (kapitalisasi pasar Rp1,34T, volume 24 jam Rp274,95M). Perbedaan utamanya: Ordinals jauh lebih besar — sekitar 3,3× kapitalisasi pasar DODO, dan suplai beredar DODO 1B / 1B DODO (100%) dibanding 21M / 21M ORDI (100%) milik Ordinals. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan DODO selama 39 Hari dan Ordinals selama 35 Hari.
| DODO | ORDI | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp402,06M | Rp1,34T |
Volume (24h) | Rp998,21M | Rp274,95M |
Suplai yang Beredar | 1B / 1B DODO (100%) | 21M / 21M ORDI (100%) |
Typical Hold Time | 39 Hari | 35 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
DODO adalah sebuah protokol DeFi dan penyedia likuiditas on-chain yang dibekali dengan algoritma proactive market maker (PMM) unik, bertujuan untuk menawarkan likuiditas dan stabilitas harga yang lebih baik dibandingkan dengan automated market makers (AMM).
Selengkapnya di halaman DODO →Protokol Ordinals menuliskan informasi ke setiap satoshi (juga dikenal sebagai sat, unit terkecil Bitcoin), seperti teks, gambar, audio, video, dll. Karena batasan ukuran blok Bitcoin, informasi utama untuk inscription (minting) Bitcoin berupa teks dan gambar, dalam bentuk NFT dan token.
Selengkapnya di halaman ORDI →