Perbedaan DODO dan GT Protocol: DODO diperdagangkan di Rp397,92 (kapitalisasi pasar Rp402,06M, volume 24 jam Rp998,21M), sedangkan GT Protocol diperdagangkan di Rp145,41 (kapitalisasi pasar Rp10,01M, volume 24 jam Rp3,81M). Perbedaan utamanya: DODO jauh lebih besar — sekitar 40,2× kapitalisasi pasar GT Protocol, dan suplai beredar DODO 1B / 1B DODO (100%) dibanding 68,8M / 75M GTAI (92%) milik GT Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan DODO selama 39 Hari dan GT Protocol selama 16 Hari.
| DODO | GTAI | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp402,06M | Rp10,01M |
Volume (24h) | Rp998,21M | Rp3,81M |
Suplai yang Beredar | 1B / 1B DODO (100%) | 68,8M / 75M GTAI (92%) |
Typical Hold Time | 39 Hari | 16 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
DODO adalah sebuah protokol DeFi dan penyedia likuiditas on-chain yang dibekali dengan algoritma proactive market maker (PMM) unik, bertujuan untuk menawarkan likuiditas dan stabilitas harga yang lebih baik dibandingkan dengan automated market makers (AMM).
Selengkapnya di halaman DODO →Protokol GT menghadirkan ekosistem kuat yang menggabungkan protokol investasi untuk manajemen dana Web3 terdesentralisasi dengan Teknologi Eksekusi AI Blockchain, semuanya dapat diakses melalui GT API SDK. Ekosistem ini mencakup GT APP, platform investasi Web3 yang telah menarik pengguna terdaftar. GT Protocol juga telah mencapai tonggak penting, seperti menjadi broker resmi untuk Binance dan menjalin kemitraan dengan blockchain TRON.
Selengkapnya di halaman GTAI →