Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Puradelta Lestari Tbk. (DMAS) vs Wahana Pronatural Tbk. (WAPO)

Puradelta Lestari Tbk.Trading
Wahana Pronatural Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Puradelta Lestari Tbk. dan Wahana Pronatural Tbk.: Puradelta Lestari Tbk. diperdagangkan di Rp147 (kapitalisasi pasar 7,09 T, volume 24 jam 10,99 jt), sedangkan Wahana Pronatural Tbk. diperdagangkan di Rp141 (kapitalisasi pasar 163,8 M, volume 24 jam 35,5 jt). Perbedaan utamanya: Puradelta Lestari Tbk. jauh lebih besar — sekitar 43,3× kapitalisasi pasar Wahana Pronatural Tbk., dan Wahana Pronatural Tbk. lebih aktif diperdagangkan (35,5 jt vs 10,99 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

DMASWAPO
Kapitalisasi Pasar
7,09 T163,8 M
Volume
10,99 jt35,5 jt
Lot
109,88 rb355 rb
Perputaran
1,61 M5,36 M
Harga Rata-rata
146,39151,02
Nilai Transaksi
1,61 M5,36 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
147143
Volume Ekuilibrium Indikatif
1,65 jt3,05 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

DMAS
Lihat detail
WAPO
Lihat detail

Tentang Puradelta Lestari Tbk.

PT Puradelta Lestari Tbk (the Company) was established in Republic of Indonesia based on Notarial Deed of Ano Muhamad Nasruddin No. 77 dated November 12, 1993, a substitute notary of Koswara, S.H., a public notary in Bandung. The Company has changed its status into Foreign Capital Investment (PMA) based on Notarial Deed No. 67 dated October 5, 1996 of Adam Kasdarmadji, S.H., a publicnotary in Jakarta.

Selengkapnya di halaman DMAS

Tentang Wahana Pronatural Tbk.

PT Wahana Phonix Mandiri (the Company) Tbk was established on August 7, 1993 under the name PT Golden Phoenix. On January 31, 2000 the Company changed its named to be PT Wahana Phonix Mandiri, Tbk. Deed by making statements shareholders meeting extraordinary No.2 on June 2, 2012 by Wachid Hasyim, notary in Surabaya, the Company name was changed to PT Wahana Pronatural Tbk

Selengkapnya di halaman WAPO