Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Puradelta Lestari Tbk. (DMAS) vs Sumi Indo Kabel Tbk. (IKBI)

Puradelta Lestari Tbk.Trading
Sumi Indo Kabel Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Puradelta Lestari Tbk. dan Sumi Indo Kabel Tbk.: Puradelta Lestari Tbk. diperdagangkan di Rp148 (kapitalisasi pasar 7,09 T, volume 24 jam 34,15 jt), sedangkan Sumi Indo Kabel Tbk. diperdagangkan di Rp550 (kapitalisasi pasar 709,92 M, volume 24 jam 1,86 jt). Perbedaan utamanya: Puradelta Lestari Tbk. jauh lebih besar — sekitar 10× kapitalisasi pasar Sumi Indo Kabel Tbk., dan Puradelta Lestari Tbk. lebih aktif diperdagangkan (34,15 jt vs 1,86 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

DMASIKBI
Kapitalisasi Pasar
7,09 T709,92 M
Volume
34,15 jt1,86 jt
Lot
341,53 rb18,57 rb
Perputaran
5,03 M1,06 M
Harga Rata-rata
147,27572,16
Nilai Transaksi
5,03 M1,06 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
148550
Volume Ekuilibrium Indikatif
20,98 rb155

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

DMAS
Lihat detail
IKBI
Lihat detail

Tentang Puradelta Lestari Tbk.

PT Puradelta Lestari Tbk (the Company) was established in Republic of Indonesia based on Notarial Deed of Ano Muhamad Nasruddin No. 77 dated November 12, 1993, a substitute notary of Koswara, S.H., a public notary in Bandung. The Company has changed its status into Foreign Capital Investment (PMA) based on Notarial Deed No. 67 dated October 5, 1996 of Adam Kasdarmadji, S.H., a publicnotary in Jakarta.

Selengkapnya di halaman DMAS

Tentang Sumi Indo Kabel Tbk.

The Company was established on July 23, 1981 with its Head Office and Factory located in Tangerang, West Java. The Company was listed in JSX and SSX in 1990. On 1994 the Company changed status of the Company to become Foreign Capital Investment (PMA), right after participation of Sumitomo Electric Industries, Ltd., Japan which is one of the biggest in the world in cable industry and PT Perdanamulia Ekasakti.

Selengkapnya di halaman IKBI