Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Cipta Sarana Medika Tbk. (DKHH) vs Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS)

Cipta Sarana Medika Tbk.Trading
Merdeka Gold Resources Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Cipta Sarana Medika Tbk. dan Merdeka Gold Resources Tbk.: Cipta Sarana Medika Tbk. diperdagangkan di Rp64 (kapitalisasi pasar 160,67 M, volume 24 jam 11,63 jt), sedangkan Merdeka Gold Resources Tbk. diperdagangkan di Rp7.575 (kapitalisasi pasar 113,06 T, volume 24 jam 5,2 jt). Perbedaan utamanya: Merdeka Gold Resources Tbk. jauh lebih besar — sekitar 703,7× kapitalisasi pasar Cipta Sarana Medika Tbk., dan Cipta Sarana Medika Tbk. lebih aktif diperdagangkan (11,63 jt vs 5,2 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

DKHHEMAS
Kapitalisasi Pasar
160,67 M113,06 T
Volume
11,63 jt5,2 jt
Lot
116,3 rb52 rb
Perputaran
744,6 jt39,15 M
Harga Rata-rata
64,027.528,06
Nilai Transaksi
744,6 jt39,15 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
637.700
Volume Ekuilibrium Indikatif
4,8 rb303

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

DKHH
Lihat detail
EMAS
Lihat detail

Tentang Cipta Sarana Medika Tbk.

PT Cipta Sarana Medika Tbk (the Company) was established based on Deed No. 90 dated September 17, 2014 by Dede Fujianti, SH., M.Kn., Notary in Sukabumi. The Company ultimate parent entity is PT Siliwangi Djajakusumah Bersatu. The Company started its commercial operations in 2014.

Selengkapnya di halaman DKHH

Tentang Merdeka Gold Resources Tbk.

PT Merdeka Gold Resources Tbk (formerly PT Pani Bersama Jaya) (the Company), was established in Republic of Indonesia based on Deed of Establishment No. 87 dated 20 November 2015 made before Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., Notary in North Jakarta. The ultimate parent entity of the Company is PT Merdeka Copper Gold Tbk (MCG). Meanwhile, MCG is jointly controlled by PT Provident Capital Indonesia and PT Saratoga Investama Sedaya Tbk, which are respectively controlled by Winato Kartono and Edwin Soeryadjaya.

Selengkapnya di halaman EMAS