Perbedaan DIA dan LayerZero: DIA diperdagangkan di Rp2.244 (kapitalisasi pasar Rp266,69M, volume 24 jam Rp47,13M), sedangkan LayerZero diperdagangkan di Rp14.263 (kapitalisasi pasar Rp5,16T, volume 24 jam Rp308,17M). Perbedaan utamanya: LayerZero jauh lebih besar — sekitar 19,3× kapitalisasi pasar DIA, dan suplai beredar DIA 119,7M / 200M DIA (60%) dibanding 364M / 1B ZRO (37%) milik LayerZero. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan DIA selama 24 Hari dan LayerZero selama 13 Hari.
| DIA | ZRO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp266,69M | Rp5,16T |
Volume (24h) | Rp47,13M | Rp308,17M |
Suplai yang Beredar | 119,7M / 200M DIA (60%) | 364M / 1B ZRO (37%) |
Typical Hold Time | 24 Hari | 13 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
DIA (Decentralised Information Asset) adalah platform oracle open-source yang memungkinkan pelaku pasar untuk mencari, menyediakan, dan berbagi data yang dapat dipercaya. DIA bertujuan menjadi ekosistem data keuangan terbuka dalam ekosistem smart contract keuangan, yang menghubungkan analis data, penyedia data, dan pengguna data. Secara umum, DIA menyediakan jembatan yang andal dan dapat diverifikasi antara data off-chain dari berbagai sumber dan smart contract on-chain, yang dapat digunakan untuk membangun berbagai DApp keuangan.
Selengkapnya di halaman DIA →LayerZero adalah protokol interoperabilitas blockchain yang menghubungkan berbagai blockchain untuk mendukung pengembangan aplikasi dan token omnichain. LayerZero menggunakan endpoint on-chain yang tidak dapat diubah dan Security Stack, memastikan pesan yang aman dan bebas sensor di berbagai jaringan blockchain.
Selengkapnya di halaman ZRO →