Perbedaan DIA dan Codatta: DIA diperdagangkan di Rp1.853 (kapitalisasi pasar Rp219,88M, volume 24 jam Rp23,12M), sedangkan Codatta diperdagangkan di Rp102,34 (kapitalisasi pasar Rp255,84M, volume 24 jam Rp59,72M). Perbedaan utamanya: Codatta lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar DIA 119,7M / 200M DIA (60%) dibanding 2,5B / 10B XNY (25%) milik Codatta. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan DIA selama 25 Hari dan Codatta selama 3 Hari.
| DIA | XNY | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp219,88M | Rp255,84M |
Volume (24h) | Rp23,12M | Rp59,72M |
Suplai yang Beredar | 119,7M / 200M DIA (60%) | 2,5B / 10B XNY (25%) |
Typical Hold Time | 25 Hari | 3 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
DIA (Decentralised Information Asset) adalah platform oracle open-source yang memungkinkan pelaku pasar untuk mencari, menyediakan, dan berbagi data yang dapat dipercaya. DIA bertujuan menjadi ekosistem data keuangan terbuka dalam ekosistem smart contract keuangan, yang menghubungkan analis data, penyedia data, dan pengguna data. Secara umum, DIA menyediakan jembatan yang andal dan dapat diverifikasi antara data off-chain dari berbagai sumber dan smart contract on-chain, yang dapat digunakan untuk membangun berbagai DApp keuangan.
Selengkapnya di halaman DIA →Codatta adalah protokol infrastruktur terdesentralisasi yang mengubah pengetahuan manusia dan AI menjadi aset digital yang dapat dimiliki dan menghasilkan royalti. Kontributor dapat memecah data menjadi aset fraksional dengan potensi pendapatan berkelanjutan. Beroperasi di BNB Chain, Ethereum, dan Solana, Codatta menyediakan pelacakan asal data, lisensi, serta distribusi pembayaran otomatis untuk ekosistem AI dan DeSci.
Selengkapnya di halaman XNY →