Perbedaan DIA dan Turtle: DIA diperdagangkan di Rp1.853 (kapitalisasi pasar Rp219,88M, volume 24 jam Rp23,12M), sedangkan Turtle diperdagangkan di Rp600,54 (kapitalisasi pasar Rp91,91M, volume 24 jam Rp33,69M). Perbedaan utamanya: DIA jauh lebih besar — sekitar 2,4× kapitalisasi pasar Turtle, dan suplai beredar DIA 119,7M / 200M DIA (60%) dibanding 154,7M / 1B TURTLE (16%) milik Turtle. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan DIA selama 25 Hari dan Turtle selama 11 Hari.
| DIA | TURTLE | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp219,88M | Rp91,91M |
Volume (24h) | Rp23,12M | Rp33,69M |
Suplai yang Beredar | 119,7M / 200M DIA (60%) | 154,7M / 1B TURTLE (16%) |
Typical Hold Time | 25 Hari | 11 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
DIA (Decentralised Information Asset) adalah platform oracle open-source yang memungkinkan pelaku pasar untuk mencari, menyediakan, dan berbagi data yang dapat dipercaya. DIA bertujuan menjadi ekosistem data keuangan terbuka dalam ekosistem smart contract keuangan, yang menghubungkan analis data, penyedia data, dan pengguna data. Secara umum, DIA menyediakan jembatan yang andal dan dapat diverifikasi antara data off-chain dari berbagai sumber dan smart contract on-chain, yang dapat digunakan untuk membangun berbagai DApp keuangan.
Selengkapnya di halaman DIA →Turtle menyelaraskan insentif antara protokol dan penyedia likuiditas untuk menghadirkan peluang yield unik. Sistem non-kustodial ini terintegrasi dengan API dan smart contract teraudit untuk melacak aliran likuiditas serta menyalurkan reward secara transparan. Turtle juga menyediakan layanan konsultasi bagi protokol yang membutuhkan insentif likuiditas yang efisien.
Selengkapnya di halaman TURTLE →