Perbedaan DIA dan TokenFi: DIA diperdagangkan di Rp1.855 (kapitalisasi pasar Rp219,88M, volume 24 jam Rp23,12M), sedangkan TokenFi diperdagangkan di Rp40,7 (kapitalisasi pasar Rp40,69M, volume 24 jam Rp125M). Perbedaan utamanya: DIA jauh lebih besar — sekitar 5,4× kapitalisasi pasar TokenFi, dan suplai beredar DIA 119,7M / 200M DIA (60%) dibanding 1B / 10B TOKEN (11%) milik TokenFi. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan DIA selama 25 Hari dan TokenFi selama 10 Hari.
| DIA | TOKEN | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp219,88M | Rp40,69M |
Volume (24h) | Rp23,12M | Rp125M |
Suplai yang Beredar | 119,7M / 200M DIA (60%) | 1B / 10B TOKEN (11%) |
Typical Hold Time | 25 Hari | 10 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
DIA (Decentralised Information Asset) adalah platform oracle open-source yang memungkinkan pelaku pasar untuk mencari, menyediakan, dan berbagi data yang dapat dipercaya. DIA bertujuan menjadi ekosistem data keuangan terbuka dalam ekosistem smart contract keuangan, yang menghubungkan analis data, penyedia data, dan pengguna data. Secara umum, DIA menyediakan jembatan yang andal dan dapat diverifikasi antara data off-chain dari berbagai sumber dan smart contract on-chain, yang dapat digunakan untuk membangun berbagai DApp keuangan.
Selengkapnya di halaman DIA →TokenFi bertujuan menyederhanakan tokenisasi cryptocurrency dan aset, dengan posisi untuk menjadi platform tokenisasi terdepan di dunia. Industri tokenisasi diperkirakan akan mencapai $16 triliun pada tahun 2030. TokenFi diluncurkan oleh tim berpengalaman Floki, pencipta token populer Floki. Mereka memanfaatkan keahlian mereka untuk menjadikan TokenFi sebagai platform teratas di bidang tokenisasi.
Selengkapnya di halaman TOKEN →