Perbedaan DIA dan TAC Protocol: DIA diperdagangkan di Rp1.841 (kapitalisasi pasar Rp219,88M, volume 24 jam Rp23,12M), sedangkan TAC Protocol diperdagangkan di Rp50,29 (kapitalisasi pasar Rp235,62M, volume 24 jam Rp85,26M). Perbedaan utamanya: DIA dan TAC Protocol berukuran mirip dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai DIA dibatasi (119,7M / 200M DIA (60%)), sedangkan TAC Protocol terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan DIA selama 25 Hari dan TAC Protocol selama 4 Hari.
| DIA | TAC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp219,88M | Rp235,62M |
Volume (24h) | Rp23,12M | Rp85,26M |
Suplai yang Beredar | 119,7M / 200M DIA (60%) | 4,7B TAC |
Typical Hold Time | 25 Hari | 4 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
DIA (Decentralised Information Asset) adalah platform oracle open-source yang memungkinkan pelaku pasar untuk mencari, menyediakan, dan berbagi data yang dapat dipercaya. DIA bertujuan menjadi ekosistem data keuangan terbuka dalam ekosistem smart contract keuangan, yang menghubungkan analis data, penyedia data, dan pengguna data. Secara umum, DIA menyediakan jembatan yang andal dan dapat diverifikasi antara data off-chain dari berbagai sumber dan smart contract on-chain, yang dapat digunakan untuk membangun berbagai DApp keuangan.
Selengkapnya di halaman DIA →TAC adalah blockchain EVM-compatible pertama yang dibangun khusus untuk ekosistem TON dan Telegram. TAC menghadirkan fungsionalitas DeFi lengkap sejak awal dengan infrastruktur EVM, aplikasi DeFi unggulan yang sudah tersedia, serta likuiditas dari Ethereum dan BTC.
Selengkapnya di halaman TAC →