Perbedaan DIA dan SUPRA: DIA diperdagangkan di Rp2.225 (kapitalisasi pasar Rp266,25M, volume 24 jam Rp47,02M), sedangkan SUPRA diperdagangkan di Rp3,05 (kapitalisasi pasar Rp99,67M, volume 24 jam Rp5,22M). Perbedaan utamanya: DIA jauh lebih besar — sekitar 2,7× kapitalisasi pasar SUPRA, dan suplai beredar DIA 119,7M / 200M DIA (60%) dibanding 32,7B / 100B SUPRA (33%) milik SUPRA. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan DIA selama 24 Hari dan SUPRA selama 17 Hari.
| DIA | SUPRA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp266,25M | Rp99,67M |
Volume (24h) | Rp47,02M | Rp5,22M |
Suplai yang Beredar | 119,7M / 200M DIA (60%) | 32,7B / 100B SUPRA (33%) |
Typical Hold Time | 24 Hari | 17 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
DIA (Decentralised Information Asset) adalah platform oracle open-source yang memungkinkan pelaku pasar untuk mencari, menyediakan, dan berbagi data yang dapat dipercaya. DIA bertujuan menjadi ekosistem data keuangan terbuka dalam ekosistem smart contract keuangan, yang menghubungkan analis data, penyedia data, dan pengguna data. Secara umum, DIA menyediakan jembatan yang andal dan dapat diverifikasi antara data off-chain dari berbagai sumber dan smart contract on-chain, yang dapat digunakan untuk membangun berbagai DApp keuangan.
Selengkapnya di halaman DIA →Supra adalah blockchain pertama yang dibangun untuk Automatic DeFi (AutoFi), sistem keuangan otomatis. Sebagai solusi Layer-1, Supra mendukung smart contract berkecepatan tinggi dengan integrasi data dan AI oracle, otomasi, serta pesan lintas-chain. Hal ini memungkinkan fitur AutoFi inovatif yang menghasilkan pendapatan dan mendistribusikannya ke aplikasi serta operator node, mengurangi ketergantungan pada reward blok seiring waktu. Stack Supra juga menyediakan agen AI dengan alat untuk membuat dan mengeksekusi strategi AutoFi yang efektif bagi pengguna secara on-chain, aman, dan otonom.
Selengkapnya di halaman SUPRA →