Perbedaan DIA dan Solv Protocol: DIA diperdagangkan di Rp1.844 (kapitalisasi pasar Rp219,88M, volume 24 jam Rp23,12M), sedangkan Solv Protocol diperdagangkan di Rp47,75 (kapitalisasi pasar Rp202,73M, volume 24 jam Rp67,17M). Perbedaan utamanya: DIA dan Solv Protocol berukuran mirip dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar DIA 119,7M / 200M DIA (60%) dibanding 4,3B / 9,7B SOLV (45%) milik Solv Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan DIA selama 25 Hari dan Solv Protocol selama 12 Hari.
| DIA | SOLV | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp219,88M | Rp202,73M |
Volume (24h) | Rp23,12M | Rp67,17M |
Suplai yang Beredar | 119,7M / 200M DIA (60%) | 4,3B / 9,7B SOLV (45%) |
Typical Hold Time | 25 Hari | 12 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
DIA (Decentralised Information Asset) adalah platform oracle open-source yang memungkinkan pelaku pasar untuk mencari, menyediakan, dan berbagi data yang dapat dipercaya. DIA bertujuan menjadi ekosistem data keuangan terbuka dalam ekosistem smart contract keuangan, yang menghubungkan analis data, penyedia data, dan pengguna data. Secara umum, DIA menyediakan jembatan yang andal dan dapat diverifikasi antara data off-chain dari berbagai sumber dan smart contract on-chain, yang dapat digunakan untuk membangun berbagai DApp keuangan.
Selengkapnya di halaman DIA →Solv Protocol adalah platform staking Bitcoin terkemuka yang memanfaatkan SolvBTC untuk mengoptimalkan potensi lebih dari $1 triliun aset Bitcoin. Dengan mengandalkan Staking Abstraction Layer (SAL), Solv menghadirkan pengalaman staking Bitcoin yang mulus, aman, dan transparan—untuk mendorong adopsi BTCFi secara massal.
Selengkapnya di halaman SOLV →