Perbedaan DIA dan Sologenic: DIA diperdagangkan di Rp1.837 (kapitalisasi pasar Rp219,88M, volume 24 jam Rp23,12M), sedangkan Sologenic diperdagangkan di Rp751,86 (kapitalisasi pasar Rp312,64M, volume 24 jam Rp1,6M). Perbedaan utamanya: Sologenic lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar DIA 119,7M / 200M DIA (60%) dibanding 398,8M / 400M SOLO (100%) milik Sologenic. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan DIA selama 25 Hari dan Sologenic selama 21 Hari.
| DIA | SOLO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp219,88M | Rp312,64M |
Volume (24h) | Rp23,12M | Rp1,6M |
Suplai yang Beredar | 119,7M / 200M DIA (60%) | 398,8M / 400M SOLO (100%) |
Typical Hold Time | 25 Hari | 21 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
DIA (Decentralised Information Asset) adalah platform oracle open-source yang memungkinkan pelaku pasar untuk mencari, menyediakan, dan berbagi data yang dapat dipercaya. DIA bertujuan menjadi ekosistem data keuangan terbuka dalam ekosistem smart contract keuangan, yang menghubungkan analis data, penyedia data, dan pengguna data. Secara umum, DIA menyediakan jembatan yang andal dan dapat diverifikasi antara data off-chain dari berbagai sumber dan smart contract on-chain, yang dapat digunakan untuk membangun berbagai DApp keuangan.
Selengkapnya di halaman DIA →Sologenic sedang mengubah lanskap perdagangan aset dengan mengintegrasikan sekuritas tokenisasi, aset crypto, dan NFT. Ekosistem ini didukung oleh dua tim berbeda: Sologenic.org (SOLO Core Team), yang fokus mengembangkan Sologenic sebagai ekosistem terdesentralisasi, dan Sologenic.com, yang bertugas meluncurkan use case penting seperti tokenisasi sekuritas. Pendekatan ganda ini memastikan pertumbuhan ekosistem sekaligus memberikan utilitas nyata bagi pengguna.
Selengkapnya di halaman SOLO →