Perbedaan DIA dan Saga: DIA diperdagangkan di Rp2.246 (kapitalisasi pasar Rp269,83M, volume 24 jam Rp45,63M), sedangkan Saga diperdagangkan di Rp227,32 (kapitalisasi pasar Rp94,43M, volume 24 jam Rp151,2M). Perbedaan utamanya: DIA jauh lebih besar — sekitar 2,9× kapitalisasi pasar Saga, dan suplai DIA dibatasi (119,7M / 200M DIA (60%)), sedangkan Saga terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan DIA selama 24 Hari dan Saga selama 40 Hari.
| DIA | SAGA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp269,83M | Rp94,43M |
Volume (24h) | Rp45,63M | Rp151,2M |
Suplai yang Beredar | 119,7M / 200M DIA (60%) | 416,5M SAGA |
Typical Hold Time | 24 Hari | 40 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
DIA (Decentralised Information Asset) adalah platform oracle open-source yang memungkinkan pelaku pasar untuk mencari, menyediakan, dan berbagi data yang dapat dipercaya. DIA bertujuan menjadi ekosistem data keuangan terbuka dalam ekosistem smart contract keuangan, yang menghubungkan analis data, penyedia data, dan pengguna data. Secara umum, DIA menyediakan jembatan yang andal dan dapat diverifikasi antara data off-chain dari berbagai sumber dan smart contract on-chain, yang dapat digunakan untuk membangun berbagai DApp keuangan.
Selengkapnya di halaman DIA →Saga adalah protokol Layer 1 yang memungkinkan developer untuk secara otomatis meluncurkan rantai terdedikasi yang tidak tergantung pada VM, diparalelkan, dan interoperabel, atau 'Chainlets', yang menyediakan aplikasi dengan skalabilitas horizontal tak terbatas. Setiap Chainlet adalah replika dari Mainnet Saga, dengan kumpulan validator dan model keamanan yang sama.
Selengkapnya di halaman SAGA →