Perbedaan DIA dan Qtum: DIA diperdagangkan di Rp1.837 (kapitalisasi pasar Rp219,88M, volume 24 jam Rp23,12M), sedangkan Qtum diperdagangkan di Rp12.174 (kapitalisasi pasar Rp1,29T, volume 24 jam Rp99,72M). Perbedaan utamanya: Qtum jauh lebih besar — sekitar 5,9× kapitalisasi pasar DIA, dan suplai beredar DIA 119,7M / 200M DIA (60%) dibanding 106,1M / 107,8M QTUM (99%) milik Qtum. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan DIA selama 25 Hari dan Qtum selama 68 Hari.
| DIA | QTUM | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp219,88M | Rp1,29T |
Volume (24h) | Rp23,12M | Rp99,72M |
Suplai yang Beredar | 119,7M / 200M DIA (60%) | 106,1M / 107,8M QTUM (99%) |
Typical Hold Time | 25 Hari | 68 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
DIA (Decentralised Information Asset) adalah platform oracle open-source yang memungkinkan pelaku pasar untuk mencari, menyediakan, dan berbagi data yang dapat dipercaya. DIA bertujuan menjadi ekosistem data keuangan terbuka dalam ekosistem smart contract keuangan, yang menghubungkan analis data, penyedia data, dan pengguna data. Secara umum, DIA menyediakan jembatan yang andal dan dapat diverifikasi antara data off-chain dari berbagai sumber dan smart contract on-chain, yang dapat digunakan untuk membangun berbagai DApp keuangan.
Selengkapnya di halaman DIA →QTUM (diucapkan "kuantum") adalah platform blockchain open-source dengan proof-of-stake (PoS) smart contract dan protokol transfer nilai. QTUM bertujuan untuk menyatukan kekuatan Bitcoin dan Ethereum dalam satu chain. Qtum dibangun di atas model transaksi UTXO Bitcoin, dengan fungsionalitas tambahan dari eksekusi smart contract dan DApps. Baru-baru ini, QTUM menambahkan dukungan untuk aplikasi DeFi. Per Maret 2021, ada lebih dari 20 token yang telah dibuat di blockchain Qtum.
Selengkapnya di halaman QTUM →