Perbedaan DIA dan Ordinals: DIA diperdagangkan di Rp1.844 (kapitalisasi pasar Rp220,25M, volume 24 jam Rp21,45M), sedangkan Ordinals diperdagangkan di Rp64.522 (kapitalisasi pasar Rp1,34T, volume 24 jam Rp274,95M). Perbedaan utamanya: Ordinals jauh lebih besar — sekitar 6,1× kapitalisasi pasar DIA, dan suplai beredar DIA 119,7M / 200M DIA (60%) dibanding 21M / 21M ORDI (100%) milik Ordinals. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan DIA selama 25 Hari dan Ordinals selama 35 Hari.
| DIA | ORDI | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp220,25M | Rp1,34T |
Volume (24h) | Rp21,45M | Rp274,95M |
Suplai yang Beredar | 119,7M / 200M DIA (60%) | 21M / 21M ORDI (100%) |
Typical Hold Time | 25 Hari | 35 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
DIA (Decentralised Information Asset) adalah platform oracle open-source yang memungkinkan pelaku pasar untuk mencari, menyediakan, dan berbagi data yang dapat dipercaya. DIA bertujuan menjadi ekosistem data keuangan terbuka dalam ekosistem smart contract keuangan, yang menghubungkan analis data, penyedia data, dan pengguna data. Secara umum, DIA menyediakan jembatan yang andal dan dapat diverifikasi antara data off-chain dari berbagai sumber dan smart contract on-chain, yang dapat digunakan untuk membangun berbagai DApp keuangan.
Selengkapnya di halaman DIA →Protokol Ordinals menuliskan informasi ke setiap satoshi (juga dikenal sebagai sat, unit terkecil Bitcoin), seperti teks, gambar, audio, video, dll. Karena batasan ukuran blok Bitcoin, informasi utama untuk inscription (minting) Bitcoin berupa teks dan gambar, dalam bentuk NFT dan token.
Selengkapnya di halaman ORDI →