Perbedaan DIA dan Neon EVM: DIA diperdagangkan di Rp1.850 (kapitalisasi pasar Rp220,25M, volume 24 jam Rp21,45M), sedangkan Neon EVM diperdagangkan di Rp331,96 (kapitalisasi pasar Rp79,1M, volume 24 jam Rp7,35M). Perbedaan utamanya: DIA jauh lebih besar — sekitar 2,8× kapitalisasi pasar Neon EVM, dan suplai beredar DIA 119,7M / 200M DIA (60%) dibanding 239,5M / 1B NEON (24%) milik Neon EVM. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan DIA selama 25 Hari dan Neon EVM selama 17 Hari.
| DIA | NEON | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp220,25M | Rp79,1M |
Volume (24h) | Rp21,45M | Rp7,35M |
Suplai yang Beredar | 119,7M / 200M DIA (60%) | 239,5M / 1B NEON (24%) |
Typical Hold Time | 25 Hari | 17 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
DIA (Decentralised Information Asset) adalah platform oracle open-source yang memungkinkan pelaku pasar untuk mencari, menyediakan, dan berbagi data yang dapat dipercaya. DIA bertujuan menjadi ekosistem data keuangan terbuka dalam ekosistem smart contract keuangan, yang menghubungkan analis data, penyedia data, dan pengguna data. Secara umum, DIA menyediakan jembatan yang andal dan dapat diverifikasi antara data off-chain dari berbagai sumber dan smart contract on-chain, yang dapat digunakan untuk membangun berbagai DApp keuangan.
Selengkapnya di halaman DIA →Neon EVM adalah platform smart contract di Solana yang menggunakan konsensus proof-of-history untuk keamanan tambahan. Meski kadang mengalami downtime, solusi diperkirakan dalam enam bulan. Dengan lebih dari 200 proyek yang siap diluncurkan, termasuk proyek berbasis Ethereum seperti Curve dan Sobal, Neon EVM bertujuan meningkatkan interoperabilitas dan integrasi dengan alat Ethereum utama di masa depan.
Selengkapnya di halaman NEON →