Perbedaan DIA dan Gitcoin: DIA diperdagangkan di Rp1.848 (kapitalisasi pasar Rp219,88M, volume 24 jam Rp23,12M), sedangkan Gitcoin diperdagangkan di Rp1.230 (kapitalisasi pasar Rp107,87M, volume 24 jam Rp61,64M). Perbedaan utamanya: DIA jauh lebih besar — sekitar 2× kapitalisasi pasar Gitcoin, dan suplai DIA dibatasi (119,7M / 200M DIA (60%)), sedangkan Gitcoin terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan DIA selama 25 Hari dan Gitcoin selama 23 Hari.
| DIA | GTC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp219,88M | Rp107,87M |
Volume (24h) | Rp23,12M | Rp61,64M |
Suplai yang Beredar | 119,7M / 200M DIA (60%) | 87,5M GTC |
Typical Hold Time | 25 Hari | 23 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
DIA (Decentralised Information Asset) adalah platform oracle open-source yang memungkinkan pelaku pasar untuk mencari, menyediakan, dan berbagi data yang dapat dipercaya. DIA bertujuan menjadi ekosistem data keuangan terbuka dalam ekosistem smart contract keuangan, yang menghubungkan analis data, penyedia data, dan pengguna data. Secara umum, DIA menyediakan jembatan yang andal dan dapat diverifikasi antara data off-chain dari berbagai sumber dan smart contract on-chain, yang dapat digunakan untuk membangun berbagai DApp keuangan.
Selengkapnya di halaman DIA →Gitcoin mengembangkan berbagai alat yang membantu komunitas mendanai, membangun, dan melindungi berbagai proyek penting. Program Hibah Gitcoin telah mendistribusikan lebih dari $54 juta kepada para pembangun tahap awal yang mendukung barang publik dalam DeFi, iklim, sumber terbuka, dan banyak lagi. Produk-produk utamanya meliputi Gitcoin Grants Stack (platform manajemen hibah), Allo Protocol (sistem pendanaan sumber terbuka), dan Gitcoin Passport (alat identitas terdesentralisasi). GTC, token tata kelola Gitcoin yang diluncurkan pada Mei 2021, digunakan untuk membuat dan mendanai DAO yang mengawasi Gitcoin.
Selengkapnya di halaman GTC →