Perbedaan DIA dan Gas: DIA diperdagangkan di Rp2.277 (kapitalisasi pasar Rp269,38M, volume 24 jam Rp44,99M), sedangkan Gas diperdagangkan di Rp16.553 (kapitalisasi pasar Rp1,07T, volume 24 jam Rp17,83M). Perbedaan utamanya: Gas jauh lebih besar — sekitar 4× kapitalisasi pasar DIA, dan suplai DIA dibatasi (119,7M / 200M DIA (60%)), sedangkan Gas terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan DIA selama 24 Hari dan Gas selama 48 Hari.
| DIA | GAS | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp269,38M | Rp1,07T |
Volume (24h) | Rp44,99M | Rp17,83M |
Suplai yang Beredar | 119,7M / 200M DIA (60%) | 65M GAS |
Typical Hold Time | 24 Hari | 48 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
DIA (Decentralised Information Asset) adalah platform oracle open-source yang memungkinkan pelaku pasar untuk mencari, menyediakan, dan berbagi data yang dapat dipercaya. DIA bertujuan menjadi ekosistem data keuangan terbuka dalam ekosistem smart contract keuangan, yang menghubungkan analis data, penyedia data, dan pengguna data. Secara umum, DIA menyediakan jembatan yang andal dan dapat diverifikasi antara data off-chain dari berbagai sumber dan smart contract on-chain, yang dapat digunakan untuk membangun berbagai DApp keuangan.
Selengkapnya di halaman DIA →GAS adalah token NEP-17 di Neo yang digunakan untuk menyelesaikan biaya transaksi jaringan Neo. Neo sendiri adalah blockchain Layer-1 yang memanfaatkan Neo Virtual Machine (NVM) untuk mengeksekusi kontrak pintar dan melayani pengalaman developer dengan mendukung berbagai bahasa pemrograman. Neo menggunakan mekanisme konsensus Byzantine Fault Tolerance (dBFT) yang didelegasikan untuk mencapai konsensus jaringan.
Selengkapnya di halaman GAS →