Perbedaan DIA dan Frax: DIA diperdagangkan di Rp1.841 (kapitalisasi pasar Rp219,88M, volume 24 jam Rp23,12M), sedangkan Frax diperdagangkan di Rp4.563 (kapitalisasi pasar Rp426,2M, volume 24 jam Rp7,86M). Perbedaan utamanya: Frax lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar DIA 119,7M / 200M DIA (60%) dibanding 93,6M / 99,7M FRAX (94%) milik Frax. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan DIA selama 25 Hari dan Frax selama 8 Hari.
| DIA | FRAX | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp219,88M | Rp426,2M |
Volume (24h) | Rp23,12M | Rp7,86M |
Suplai yang Beredar | 119,7M / 200M DIA (60%) | 93,6M / 99,7M FRAX (94%) |
Typical Hold Time | 25 Hari | 8 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
DIA (Decentralised Information Asset) adalah platform oracle open-source yang memungkinkan pelaku pasar untuk mencari, menyediakan, dan berbagi data yang dapat dipercaya. DIA bertujuan menjadi ekosistem data keuangan terbuka dalam ekosistem smart contract keuangan, yang menghubungkan analis data, penyedia data, dan pengguna data. Secara umum, DIA menyediakan jembatan yang andal dan dapat diverifikasi antara data off-chain dari berbagai sumber dan smart contract on-chain, yang dapat digunakan untuk membangun berbagai DApp keuangan.
Selengkapnya di halaman DIA →FRAX adalah token native dari ekosistem Frax, sebuah protokol keuangan terdesentralisasi yang berfokus pada pengembangan stablecoin yang scalable, efisien secara modal, dan didukung oleh kolateral sebagian. Frax menggabungkan mekanisme algoritmik dengan jaminan aset untuk menjaga stabilitas harga, sekaligus memungkinkan integrasi luas di berbagai aplikasi DeFi seperti lending, trading, dan strategi yield. Ekosistem ini bertujuan menyediakan uang digital yang stabil dan permissionless untuk sistem keuangan on-chain.
Selengkapnya di halaman FRAX →