Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Diagnos Laboratorium Utama Tbk. (DGNS) vs Wahana Pronatural Tbk. (WAPO)

Diagnos Laboratorium Utama Tbk.Trading
Wahana Pronatural Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Diagnos Laboratorium Utama Tbk. dan Wahana Pronatural Tbk.: Diagnos Laboratorium Utama Tbk. diperdagangkan di Rp224 (kapitalisasi pasar 310,75 M, volume 24 jam 963,6 rb), sedangkan Wahana Pronatural Tbk. diperdagangkan di Rp117 (kapitalisasi pasar 143,95 M, volume 24 jam 286,2 rb). Perbedaan utamanya: Diagnos Laboratorium Utama Tbk. jauh lebih besar — sekitar 2,2× kapitalisasi pasar Wahana Pronatural Tbk., dan Diagnos Laboratorium Utama Tbk. lebih aktif diperdagangkan (963,6 rb vs 286,2 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

DGNSWAPO
Kapitalisasi Pasar
310,75 M143,95 M
Volume
963,6 rb286,2 rb
Lot
9,64 rb2,86 rb
Perputaran
217,67 jt33,23 jt
Harga Rata-rata
225,89116,12
Nilai Transaksi
217,67 jt33,23 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
226117
Volume Ekuilibrium Indikatif
1 rb1

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

DGNS
Lihat detail
WAPO
Lihat detail

Tentang Diagnos Laboratorium Utama Tbk.

PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (the “Company”) was established in the Republic of Indonesia on August 29, 2007 under framework of the Domestic Capital Investment Law No. 6 Year 1968 based on Deed No.17 dated August 29, 2007, of Martinef, S.H., M.Si., Notary in Bekasi. The Company started its commercial operation in 2008.

Selengkapnya di halaman DGNS

Tentang Wahana Pronatural Tbk.

PT Wahana Phonix Mandiri (the Company) Tbk was established on August 7, 1993 under the name PT Golden Phoenix. On January 31, 2000 the Company changed its named to be PT Wahana Phonix Mandiri, Tbk. Deed by making statements shareholders meeting extraordinary No.2 on June 2, 2012 by Wachid Hasyim, notary in Surabaya, the Company name was changed to PT Wahana Pronatural Tbk

Selengkapnya di halaman WAPO