Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Diagnos Laboratorium Utama Tbk. (DGNS) vs Malindo Feedmill Tbk. (MAIN)

Diagnos Laboratorium Utama Tbk.Trading
Malindo Feedmill Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Diagnos Laboratorium Utama Tbk. dan Malindo Feedmill Tbk.: Diagnos Laboratorium Utama Tbk. diperdagangkan di Rp234 (kapitalisasi pasar 316,25 M, volume 24 jam 16,6 rb), sedangkan Malindo Feedmill Tbk. diperdagangkan di Rp670 (kapitalisasi pasar 1,52 T, volume 24 jam 304,2 rb). Perbedaan utamanya: Malindo Feedmill Tbk. jauh lebih besar — sekitar 4,8× kapitalisasi pasar Diagnos Laboratorium Utama Tbk., dan Malindo Feedmill Tbk. lebih aktif diperdagangkan (304,2 rb vs 16,6 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

DGNSMAIN
Kapitalisasi Pasar
316,25 M1,52 T
Volume
16,6 rb304,2 rb
Lot
1663,04 rb
Perputaran
3,83 jt203,99 jt
Harga Rata-rata
230,78670,59
Nilai Transaksi
3,83 jt203,99 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
230675
Volume Ekuilibrium Indikatif
2,4 rb68

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

DGNS
Lihat detail
MAIN
Lihat detail

Tentang Diagnos Laboratorium Utama Tbk.

PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (the “Company”) was established in the Republic of Indonesia on August 29, 2007 under framework of the Domestic Capital Investment Law No. 6 Year 1968 based on Deed No.17 dated August 29, 2007, of Martinef, S.H., M.Si., Notary in Bekasi. The Company started its commercial operation in 2008.

Selengkapnya di halaman DGNS

Tentang Malindo Feedmill Tbk.

PT Malindo Feedmill Tbk (the Company) was established within the framework of Law No. 1 of 1967 and Law No. 11 of 1970 regarding Foreign Capital Investment. The Company was established under its original name PT Gymtech Feedmill on June 10, 1997. The company's name changed to PT Malindo Feedmill in year 2000. The company’s articles of association were amended several times, the lates on Jul 28 2005, regarding among other increasing in paid up capital share.

Selengkapnya di halaman MAIN