Perbedaan DigiByte dan LayerZero: DigiByte diperdagangkan di Rp73,86 (kapitalisasi pasar Rp1,36T, volume 24 jam Rp43,46M), sedangkan LayerZero diperdagangkan di Rp14.209 (kapitalisasi pasar Rp5,16T, volume 24 jam Rp311,08M). Perbedaan utamanya: LayerZero jauh lebih besar — sekitar 3,8× kapitalisasi pasar DigiByte, dan suplai beredar DigiByte 18,4B / 21B DGB (88%) dibanding 364M / 1B ZRO (37%) milik LayerZero. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan DigiByte selama 22 Hari dan LayerZero selama 13 Hari.
| DGB | ZRO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,36T | Rp5,16T |
Volume (24h) | Rp43,46M | Rp311,08M |
Suplai yang Beredar | 18,4B / 21B DGB (88%) | 364M / 1B ZRO (37%) |
Typical Hold Time | 22 Hari | 13 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
DigiByte (DGB) adalah platform blockchain dan penciptaan aset sumber terbuka. Pengembangannya dimulai pada Oktober 2013, dan blok genesisnya ditambang pada Januari 2014 sebagai hasil percabangan Bitcoin (BTC).
Selengkapnya di halaman DGB →LayerZero adalah protokol interoperabilitas blockchain yang menghubungkan berbagai blockchain untuk mendukung pengembangan aplikasi dan token omnichain. LayerZero menggunakan endpoint on-chain yang tidak dapat diubah dan Security Stack, memastikan pesan yang aman dan bebas sensor di berbagai jaringan blockchain.
Selengkapnya di halaman ZRO →