Perbedaan DigiByte dan ZkSync: DigiByte diperdagangkan di Rp44,85 (kapitalisasi pasar Rp821,3M, volume 24 jam Rp51,39M), sedangkan ZkSync diperdagangkan di Rp183,93 (kapitalisasi pasar Rp1,85T, volume 24 jam Rp156,87M). Perbedaan utamanya: ZkSync jauh lebih besar — sekitar 2,3× kapitalisasi pasar DigiByte, dan suplai beredar DigiByte 18,4B / 21B DGB (88%) dibanding 10,1B / 21B ZK (48%) milik ZkSync. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan DigiByte selama 22 Hari dan ZkSync selama 16 Hari.
| DGB | ZK | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp821,3M | Rp1,85T |
Volume (24h) | Rp51,39M | Rp156,87M |
Suplai yang Beredar | 18,4B / 21B DGB (88%) | 10,1B / 21B ZK (48%) |
Typical Hold Time | 22 Hari | 16 Hari |
DigiByte (DGB) adalah platform blockchain dan penciptaan aset sumber terbuka. Pengembangannya dimulai pada Oktober 2013, dan blok genesisnya ditambang pada Januari 2014 sebagai hasil percabangan Bitcoin (BTC).
Selengkapnya di halaman DGB →ZKsync adalah protokol Layer 2 trustless untuk pembayaran dengan skalabilitas dan berbiaya rendah di Ethereum, didukung oleh teknologi zkRollup. ZKsync adalah platform zk rollup yang berpusat pada pengguna dari Matter Labs. Fitur dan produk utamanya meliputi: ZKsync Era, SDK, ZKsync Node, ZK Stack, dan zkEVM.
Selengkapnya di halaman ZK →