Perbedaan DigiByte dan Zerobase: DigiByte diperdagangkan di Rp73,5 (kapitalisasi pasar Rp1,36T, volume 24 jam Rp43,46M), sedangkan Zerobase diperdagangkan di Rp1.588 (kapitalisasi pasar Rp499,21M, volume 24 jam Rp139,32M). Perbedaan utamanya: DigiByte jauh lebih besar — sekitar 2,7× kapitalisasi pasar Zerobase, dan suplai beredar DigiByte 18,4B / 21B DGB (88%) dibanding 315,6M / 1B ZBT (32%) milik Zerobase. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan DigiByte selama 22 Hari dan Zerobase selama 5 Hari.
| DGB | ZBT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,36T | Rp499,21M |
Volume (24h) | Rp43,46M | Rp139,32M |
Suplai yang Beredar | 18,4B / 21B DGB (88%) | 315,6M / 1B ZBT (32%) |
Typical Hold Time | 22 Hari | 5 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
DigiByte (DGB) adalah platform blockchain dan penciptaan aset sumber terbuka. Pengembangannya dimulai pada Oktober 2013, dan blok genesisnya ditambang pada Januari 2014 sebagai hasil percabangan Bitcoin (BTC).
Selengkapnya di halaman DGB →Zerobase adalah jaringan infrastruktur kriptografi yang memanfaatkan zero-knowledge proofs (ZKPs) dan trusted execution environments (TEEs) untuk menghadirkan staking yang privat, sesuai regulasi, dan terprogram. Zerobase mendukung zkStaking, zkLogin, dan ProofYield untuk institusi DeFi, privasi pengguna, dan strategi aset dunia nyata tanpa mengungkap data sensitif.
Selengkapnya di halaman ZBT →