Perbedaan DigiByte dan Verge: DigiByte diperdagangkan di Rp73,76 (kapitalisasi pasar Rp1,36T, volume 24 jam Rp43,57M), sedangkan Verge diperdagangkan di Rp37,07 (kapitalisasi pasar Rp610,35M, volume 24 jam Rp19,69M). Perbedaan utamanya: DigiByte jauh lebih besar — sekitar 2,2× kapitalisasi pasar Verge, dan suplai beredar DigiByte 18,4B / 21B DGB (88%) dibanding 16,5B / 16,5B XVG (100%) milik Verge. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan DigiByte selama 22 Hari dan Verge selama 12 Hari.
| DGB | XVG | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,36T | Rp610,35M |
Volume (24h) | Rp43,57M | Rp19,69M |
Suplai yang Beredar | 18,4B / 21B DGB (88%) | 16,5B / 16,5B XVG (100%) |
Typical Hold Time | 22 Hari | 12 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
DigiByte (DGB) adalah platform blockchain dan penciptaan aset sumber terbuka. Pengembangannya dimulai pada Oktober 2013, dan blok genesisnya ditambang pada Januari 2014 sebagai hasil percabangan Bitcoin (BTC).
Selengkapnya di halaman DGB →Verge adalah mata uang kripto yang dirancang untuk menjaga privasi. Bertujuan untuk menjadi versi lebih cepat dan efisien dari blockchain Bitcoin, Verge berfokus pada transaksi yang aman dan privat. Verge menambahkan fitur privasi tambahan, seperti penggunaan jaringan Tor di wallet-nya (vergePay) dan memungkinkan pengguna untuk mengirim uang ke alamat tersembunyi (stealth address).
Selengkapnya di halaman XVG →