Perbedaan DigiByte dan Tether Gold: DigiByte diperdagangkan di Rp44,85 (kapitalisasi pasar Rp821,3M, volume 24 jam Rp51,39M), sedangkan Tether Gold diperdagangkan di Rp73.379.398 (kapitalisasi pasar Rp44,8T, volume 24 jam Rp2,83T). Perbedaan utamanya: Tether Gold jauh lebih besar — sekitar 54,5× kapitalisasi pasar DigiByte, dan suplai DigiByte dibatasi (18,4B / 21B DGB (88%)), sedangkan Tether Gold terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan DigiByte selama 22 Hari dan Tether Gold selama 36 Hari.
| DGB | XAUT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp821,3M | Rp44,8T |
Volume (24h) | Rp51,39M | Rp2,83T |
Suplai yang Beredar | 18,4B / 21B DGB (88%) | 612,8K XAUT |
Typical Hold Time | 22 Hari | 36 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Berita terbaru kedua aset
DigiByte (DGB) adalah platform blockchain dan penciptaan aset sumber terbuka. Pengembangannya dimulai pada Oktober 2013, dan blok genesisnya ditambang pada Januari 2014 sebagai hasil percabangan Bitcoin (BTC).
Selengkapnya di halaman DGB →Tether Gold adalah stablecoin yang mewakili kepemilikan satu troy ons emas murni dalam bentuk emas batangan fisik yang memenuhi standar Good Delivery dari London Bullion Market Association (LBMA), dengan rasio 1:1. Tether Gold memberikan akses kepemilikan emas fisik melalui stablecoin, sekaligus menghilangkan kelemahan umum seperti biaya penyimpanan tinggi dan akses yang terbatas.
Selengkapnya di halaman XAUT →