Perbedaan DigiByte dan Victoria VR: DigiByte diperdagangkan di Rp44,67 (kapitalisasi pasar Rp821,3M, volume 24 jam Rp51,39M), sedangkan Victoria VR diperdagangkan di Rp32,12 (kapitalisasi pasar Rp546,84M, volume 24 jam Rp1,54M). Perbedaan utamanya: DigiByte lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar DigiByte 18,4B / 21B DGB (88%) dibanding 16,8B / 16,8B VR (100%) milik Victoria VR. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan DigiByte selama 22 Hari dan Victoria VR selama 7 Hari.
| DGB | VR | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp821,3M | Rp546,84M |
Volume (24h) | Rp51,39M | Rp1,54M |
Suplai yang Beredar | 18,4B / 21B DGB (88%) | 16,8B / 16,8B VR (100%) |
Typical Hold Time | 22 Hari | 7 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
DigiByte (DGB) adalah platform blockchain dan penciptaan aset sumber terbuka. Pengembangannya dimulai pada Oktober 2013, dan blok genesisnya ditambang pada Januari 2014 sebagai hasil percabangan Bitcoin (BTC).
Selengkapnya di halaman DGB →Victoria VR adalah dunia realitas virtual (VR) multiplayer masif yang dibangun dengan grafis realistis di atas blockchain. Ekosistem ini menawarkan lingkungan imersif untuk gaming, sosial, dan perdagangan virtual. VR adalah token asli yang digunakan untuk semua transaksi dalam game, pembelian aset, serta staking.
Selengkapnya di halaman VR →