Perbedaan DigiByte dan Viction: DigiByte diperdagangkan di Rp44,68 (kapitalisasi pasar Rp820,78M, volume 24 jam Rp51,6M), sedangkan Viction diperdagangkan di Rp685,55 (kapitalisasi pasar Rp87,82M, volume 24 jam Rp67,45M). Perbedaan utamanya: DigiByte jauh lebih besar — sekitar 9,3× kapitalisasi pasar Viction, dan suplai beredar DigiByte 18,4B / 21B DGB (88%) dibanding 127,3M / 210M VIC (61%) milik Viction. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan DigiByte selama 22 Hari dan Viction selama 38 Hari.
| DGB | VIC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp820,78M | Rp87,82M |
Volume (24h) | Rp51,6M | Rp67,45M |
Suplai yang Beredar | 18,4B / 21B DGB (88%) | 127,3M / 210M VIC (61%) |
Typical Hold Time | 22 Hari | 38 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
DigiByte (DGB) adalah platform blockchain dan penciptaan aset sumber terbuka. Pengembangannya dimulai pada Oktober 2013, dan blok genesisnya ditambang pada Januari 2014 sebagai hasil percabangan Bitcoin (BTC).
Selengkapnya di halaman DGB →Viction (sebelumnya TomoChain) adalah blockchain layer-1 yang menawarkan transaksi tanpa gas dan keamanan yang ditingkatkan untuk menjadikan Web3 mudah dan aman bagi semua orang. Didesain dengan fokus pada pengalaman pengguna, Viction memprioritaskan transaksi tanpa gas, kecepatan, keamanan, dan skalabilitas untuk menciptakan dunia yang lebih aman dan terbuka. Viction didorong oleh misi untuk membangun platform terdesentralisasi yang memberdayakan manusia untuk terhubung, berkolaborasi, dan berkreasi tanpa batasan, menggambarkan dunia di mana transparansi, aksesibilitas, dan pertumbuhan berkembang pesat.
Selengkapnya di halaman VIC →