Perbedaan DigiByte dan Terra USD: DigiByte diperdagangkan di Rp44,67 (kapitalisasi pasar Rp820,78M, volume 24 jam Rp51,6M), sedangkan Terra USD diperdagangkan di Rp98,41 (kapitalisasi pasar Rp547,57M, volume 24 jam Rp14,68M). Perbedaan utamanya: DigiByte lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar DigiByte 18,4B / 21B DGB (88%) dibanding 5,6B / 6,1B USTC (92%) milik Terra USD. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan DigiByte selama 22 Hari dan Terra USD selama 56 Hari.
| DGB | USTC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp820,78M | Rp547,57M |
Volume (24h) | Rp51,6M | Rp14,68M |
Suplai yang Beredar | 18,4B / 21B DGB (88%) | 5,6B / 6,1B USTC (92%) |
Typical Hold Time | 22 Hari | 56 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
DigiByte (DGB) adalah platform blockchain dan penciptaan aset sumber terbuka. Pengembangannya dimulai pada Oktober 2013, dan blok genesisnya ditambang pada Januari 2014 sebagai hasil percabangan Bitcoin (BTC).
Selengkapnya di halaman DGB →USTC adalah stablecoin terdesentralisasi dan algoritmik dari blockchain Terra. Koin ini skalabel dan menghasilkan nilai yang dipatok terhadap dolar AS. Stablecoin dalam ekosistem Terra berbagi total likuiditas, yang berarti para pengguna dapat menukar TerraUSD ke TerraKRW (stablecoin Terra yang dipatok ke Won Korea) dengan biaya minimal. Selain itu, pengguna dapat memperoleh pendapatan pasif menggunakan TerraUSD dengan suku bunga stabil dari protokol lending Anchor.
Selengkapnya di halaman USTC →